Kajian Kepatuhan Sarana Produksi Minyak Goreng Sawit di Wilayah Kerja BBPOM di Bandung dan BBPOM di Surabaya dalam Melakukan Fortifikasi Vitamin A

Penulis

  • Setyo Utami BBPOM di Surabaya, Badan POM
  • Dinny Andriany BBPOM di Bandung, Badan POM

DOI:

https://doi.org/10.54384/eruditio.v5i1.214

Kata Kunci:

Fortifikasi Vitamin A, Minyak Goreng Sawit, Sarana Produksi, BBPOM di Bandung, BBPOM di Surabaya, Kepatuhan Sarana Produksi Minyak Goreng Sawit

Abstrak

Kekurangan vitamin A (KVA) merupakan masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Salah satu strategi pemerintah yang untuk mengatasi KVA adalah dengan melakukan fortifikasi vitamin A pada bahan pangan. Minyak goreng sawit (MGS) merupakan bahan pangan yang difortifikasi dengan vitamin A.  Kebijakan fortifikasi vitamin A telah diatur dalam  SNI  7709-2019 melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 46 Tahun 2019, yang mewajibkan produsen menambahkan fortifikan vitamin A sehingga didapatkan kadar vitamin A minimal 45 IU/g terhadap MGS yang disampling. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kepatuhan sarana produksi MGS di wilayah kerja Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (THE INDONESIAN FDA REGIONAL OFFICE) di Bandung dan THE INDONESIAN FDA REGIONAL OFFICE di Surabaya dalam melakukan fortifikasi Vitamin A. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian adalah data hasil sampling dan pengujian minyak goreng sawit yang dilakukan oleh THE INDONESIAN FDA REGIONAL OFFICE di Bandung dan THE INDONESIAN FDA REGIONAL OFFICE di Surabaya sesuai dengan Pedoman Sampling dan Pengujian Obat dan Makanan dan data hasil pemeriksaan pada wilayah kerja THE INDONESIAN FDA REGIONAL OFFICE di Bandung dan THE INDONESIAN FDA REGIONAL OFFICE di Surabaya pada 2021 sampai dengan 2023. Hasil penelitian menunjukkan masih terdapat sarana produksi yang belum melakukan fortifikasi vitamin A karena kurangnya komitmen terhadap kewajiban fortifikasi dan penyediaan Vitamin A. Secara keseluruhan, selama periode 1021-2023 terdapat 31,58% sarana produksi yang tidak memenuhi ketentuan. Terdapat hubungan antara jenis sarana dan ketidakpatuhan dalam menambahkan fortifikan vitamin A pada MGS. Relaksasi regulasi karena harga MGS yang meningkat menyebabkan program fortifikasi MGS dengan vitamin A terjadi sejak tahun Januari 2022 (misalnya). Oleh karena itu konsistensi program fortifikasi vitamin A pada MGS harus dilaksanakan kembali.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Bappenas. (2023). Kajian Lanskap Fortifikasi Pangan Berskala Besar (FPBB) di Indonesia.

BPOM RI, (2024), Presentasi Kebijakan dan Tantangan Pengawasan Pangan Fortifikasi, Bimbingan Teknis Pengawasan Pangan Fortifikasi, 2024

BPOM RI, (2021) Pedoman Sampling dan Pengujian Pangan dan Kemasan Pangan Tahun Anggaran 2021

BPOM RI, (2022), Laporan Tahunan Balai Besar POM di Surabaya Tahun 2022

BPOM RI, (2022), Pedoman Sampling dan Pengujian Pangan dan Kemasan Pangan Tahun Anggaran 2022

BPOM RI, (2023), Laporan Tahunan Balai Besar POM di Bandung Tahun 2023

BPOM RI, (2023), Pedoman Sampling dan Pengujian Pangan dan Kemasan Pangan Tahun Anggaran 2023

Dinas Kesehatan, (2021), Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2021, https://dinkes.jatimprov.go.id/userfile/dokumen/PROFIL%20KESEHATAN%202021%20JATIM.pdf

Dinas Kesehatan, (2022), Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2022, https://www.scribd.com/document/696468666/PROFIL-KESEHATAN-PROVINSI-JAWA-BARAT-TAHUN-2022

Elisabeth, J. (n.d.). Perjalanan Fortifikasi Minyak Kelapa Sawit di Indonesia. 1–9.

Food Review Indonesia, (2022), Peluang dan Tantangan Fortifikasi Pangan, Food Review Indonesia (2022) XVII, No. 2, 60

Gumilar, Pandu (2018). Produsen Minyak Goreng Keberatan Jika Fortifikasi Vitamin A Diwajibkan

Gurning M, Hukom EH, Latusia F. (2022). Dukungan Keluarga dan Sumber Informasi Terhadap Pemberian Vitamin A Pada Balita. J Keperawatan 14(2):427–32.

https://bandung.pom.go.id/storage/informasipublik/LAPTAH%202023%20_compressed.pdf (diakses pada 20 April 2024)

https://ekonomi.bisnis.com/read/20180719/99/818547/produsen-minyak-goreng-keberatan-jika-fortifikasi-vitamin-a-diawajibkan (diakses pada tanggal 1 Mei 2024)

https://industri.kontan.co.id/news/minyak-goreng-harus-bervitamin-a#google_vignette (diakses pada tanggal 1 Mei 2024)

https://kumparan.com/kumparanbisnis/daftar-45-perusahaan-yang-sudah-jadi-produsen-minyakita-1ySeWXvh1mX

https://setkab.go.id/pemerintah-luncurkan-program-minyak-goreng-rakyat/

https://www.kfindonesia.org/diseminasi-hasil-kajian-analisis-vitamin-a-minyak-goreng-sawit/ (diakses pada 2 Mei 2024)

https://www.pom.go.id/storage/sakip/Laporan%20Tahunan%202022%20THE INDONESIAN FDA REGIONAL OFFICE%20Surabaya.pdf (diakses pada 20 April 2024)

Initiative, F. F. (2006). Global Progress - Food Fortification. Unscn.Org, 341. http://www.unscn.org/layout/modules/resources/files/fortification_eng.pdf

Komite Fortifikasi Indonesia (2024) DISEMINASI HASIL KAJIAN ANALISIS VITAMIN A MINYAK GORENG SAWIT

Maryuningsih et al., (2021), Pemanfaatan Karotenoid Minyak Sawit Merah untuk Mendukung Penanggulangan Masalah Kekurangan Vitamin A di Indonesia, JURNAL PANGAN 30(1)

Raswa, Eko (2010). Minyak Goreng Harus Bervitamin A.

Rebecca Olson *, Breda Gavin-Smith, Chiara Ferraboschi and Klaus Kraemer (2021), Food Fortification: The Advantages, Disadvantages and Lessons from Sight and Life Programs, Nutrients 2021, 13, 1118. https://doi.org/10.3390/nu13041118

Sari, A., & Setiawati, I. (2019). Kesiapan Produk Minyak Goreng Sawit Terfortifikasi Dalam Rangka Penerapan Wajib Standar Nasional Indonesia ( SNI ) Readiness of Fortified Palm Cooking Oil Products In The Implementation Of Indonesian National Standard. Majalah Teknologi Agro Industri, 11(1), 18–21.

Soekirman, & Jus’at, I. (2017). Food fortification in Indonesia. Malaysian Journal of Nutrition, 23(1), 1–7.

Soekirman, Soekarjo, D., Martianto, D., Laillou, A., & Moench-Pfanner, R. (2012). Fortification of Indonesian unbranded vegetable oil: public-private initiative, from pilot to large scale. Food and Nutrition Bulletin, 33(4 Suppl). https://doi.org/10.1177/15648265120334s306.

Solon, F. S., Sanchez-Fermin, L. E., & Wambangco, L. S. (2000). Strengths and weaknesses of the food fortification programme for the elimination of vitamin A deficiency in the Philippines. Food and Nutrition Bulletin, 21(2), 239–246. https://doi.org/10.1177/156482650002100220.

Thakur, S., Singh, A., Insa, B., & Sharma, S. (2023). Food fortification in India as malnutrition concern: a global approach. Sustainable Food Technology, 1(5), 681–695. https://doi.org/10.1039/d3fb00079f.

Diterbitkan

2025-01-14

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Kajian Kepatuhan Sarana Produksi Minyak Goreng Sawit di Wilayah Kerja BBPOM di Bandung dan BBPOM di Surabaya dalam Melakukan Fortifikasi Vitamin A. (2025). Eruditio : Indonesia Journal of Food and Drug Safety, 5(1), 77-87. https://doi.org/10.54384/eruditio.v5i1.214