Determinan Efektivitas Program Komunikasi, Informasi, Edukasi Obat dan Makanan Saat Pandemi Covid-19

Penulis

  • Nurvika Widyaningrum Badan POM
  • Made Widdi Ellinda Patra Badan POM

DOI:

https://doi.org/10.54384/eruditio.v2i2.139

Kata Kunci:

Efektivitas; Komunikasi; Informasi; Edukasi; Pandemi; Covid-19

Abstrak

Konsumsi obat, suplemen kesehatan, dan obat tradisional meningkat saat pandemi Covid-19. Masyarakat dengan keluhan kesehatan lebih memilih swamedikasi daripada melakukan rawat jalan. Risiko swamedikasi perlu diimbangi dengan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam memilih produk obat, suplemen kesehatan, dan obat tradisional yang aman. BPOM meningkatkan kesadaran masyarakat terkait keamanan obat dan makanan melalui program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang efektif. Tingkat kesadaran yang meliputi pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat dapat dipengaruhi oleh profil demografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor demografi terhadap tingkat efektivitas KIE saat pandemi Covid-19. Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Pengumpulan data melalui kuesioner online. Sebanyak 39.398 responden dipilih melalui purposive sampling dari populasi penerima KIE BPOM di seluruh Indonesia pada periode Juni 2020 hingga Juni 2021. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dengan SPSS 16 pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan indeks efektivitas KIE sebesar 92,61 (sangat efektif). Faktor demografi yaitu pekerjaan dan pendidikan memiliki pengaruh terhadap indeks efektivitas KIE saat pandemi Covid-19, namun jenis kelamin dan umur tidak memiliki pengaruh terhadap indeks efektivitas KIE. Faktor demografi juga memiliki pengaruh terhadap indeks indikator pembentuk indeks efektivitas KIE. Pekerjaan, pendidikan, dan umur berpengaruh terhadap indeks ragam media. Pekerjaan dan pendidikan juga berpengaruh terhadap indeks pemahaman, umur berpengaruh terhadap indeks manfaat, serta pekerjaan, pendidikan, dan umur berpengaruh terhadap indeks minat. Tingkat efektivitas KIE saat pandemi Covid-19 dipengaruhi oleh faktor demografi yaitu pekerjaan dan pendidikan. BPOM perlu membuat perencanaan program KIE dengan mempertimbangkan karakteristik demografi, antara lain pendidikan, pekerjaan, dan umur dari target sasaran penerima KIE agar pelaksanaan KIE dapat efektif.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Al-Dmour, H., Salman, A., Abuhashesh, M., & Al-Dmour, R. (2020). Influence of social media platforms on public health protection against the COVID-19 pandemic via the mediating effects of public health awareness and behavioral changes: integrated model. Journal of Medical Internet Research, 22(8), e19996.

Anwar, A., Malik, M., Raees, V., & Anwar, A. (2020). Role of mass media and public health communications in the COVID-19 pandemic. Cureus, 12(9).

Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2020). Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor 9 Tahun 2020 Tentang Rencana Strategis Badan Pengawas Obat Dan Makanan Tahun 2020-2024. 2020. Diperoleh dari https://jdih.pom.go.id/download/product/860/9/2020

Badan Pengawas Obat dan Makanan. (7 Mei 2021). BPOM RI Luncurkan Program BPOM Goes to School dan BPOM Goes to Campus. Diperoleh dari https://www.pom.go.id/new/view/more/berita/22383/BPOM-RI-Luncurkan-Program-BPOM-Goes-to-School-dan-BPOM-Goes-to-Campus.html

Badan Pusat Statistik. (2020). Hasil Sensus Penduduk 2020. Diperoleh dari https://www.bps.go.id/pressrelease/2021/01/21/1854/hasil-sensus-penduduk-2020.html

Badan Pusat Statistik. (2021). Profil Statistik Kesehatan 2021. Diperoleh dari Diperoleh dari https://www.bps.go.id/publication/2021/12/22/0f207323902633342a1f6b01/profil-statistik-kesehatan-2021.html

Bolarinwa, O. A. (2015). Principles and methods of validity and reliability testing of questionnaires used in social and health science researches. Nigerian Postgraduate Medical Journal, 22(4), 195.

Fadhilah, A., Azzuhri, M., & Andarini, S. (2018). The effect of clarity of information and comfort of waiting room on satisfaction with drug service through perception of waiting time. Jurnal Aplikasi Manajemen, 16(2), 205–214.

Fadliyah, H., & Nurwahyuni, A. (2021). Community Consumption of Traditional Medicine and Health Supplements During the Coronavirus Disease-2019 Pandemic. Journal of Consumer Sciences, 6(2), 92–110.

Fitriani, S. (2011). Promosi kesehatan. Graha Ilmu.

Foodreview Indonesia. (2009). BPOM Gulirkan Gerakan Keamanan Pangan Desa. Diperoleh dari https://www.foodreview.co.id/blog-5668947-BPOM-Gulirkan-Gerakan-Keamanan-Pangan-Desa.html

Hashemzaei, M., Afshari, M., Koohkan, Z., Bazi, A., Rezaee, R., & Tabrizian, K. (2021). Knowledge, attitude, and practice of pharmacy and medical students regarding self-medication, a study in Zabol University of Medical Sciences; Sistan and Baluchestan province in south-east of Iran. BMC Medical Education, 21(1), 1–10.

Joh, H.-K., Kim, H.-J., Kim, Y.-O., Lee, J.-Y., Cho, B., Lim, C. S., & Jung, S.-E. (2017). Health promotion in young adults at a university in Korea: A cross-sectional study of 625 participants in a university. Medicine, 96(7).

Kemp, S. (2021). Digital 2021 The Latest Insight into How People Around The World Use The Internet, Social Media, Mobile Devices,and Ecommerce Global Overview Report. https://wearesocial-cn.s3.cn-north-1.amazonaws.com.cn/common/digital2021/digital-2021-global.pdf

Labban, L., Thallaj, N., & Labban, A. (2020). Assessing the level of awareness and knowledge of COVID 19 pandemic among syrians. Archives of Medicine, 12(3), 0.

Linardi, V., Syakurah, R. A., & Moudy, J. (2021). Demography factors influencing Indonesian general knowledge on COVID-19. Int J Public Health Sci, 10, 113–118.

Mwaura, J., Carter, V., & Kubheka, B. Z. (2020). Social media health promotion in South Africa: Opportunities and challenges. African Journal of Primary Health Care and Family Medicine, 12(1), 1–7.

Ningsih, T. H. (20 September 2011). Swamedikasi, Pasien dan Apoteker, Diperoleh dari https://surabaya.tribunnews.com/2011/09/22/swamedikasi-pasien-dan-apoteker

Notoatmodjo, S. (2007). Kesehatan Masyarakat: Ilmu dan Seni. Rineka Cipta.

Prihantoto, A. (7 Mei 2018). BPOM luncurkan program penguatan UMKM. Diperoleh dari https://www.antaranews.com/berita/707843/bpom-luncurkan-program-penguatan-umkm

Rains, S. A., Crane, T. E., Iyengar, S., Merchant, N., Oxnam, M., Sprinkle, M. M., & Ernst, K. C. (2020). Community-Level health promotion during a pandemic: key considerations for health communication. Health Communication, 35(14), 1747–1749.

Saeed, B. Q., Al-Shahrabi, R., & Bolarinwa, O. A. (2020). Socio-demographic correlate of knowledge and practice toward novel coronavirus among people living in Mosul-Iraq: A cross-sectional study. MedRxiv.

Schwartz, N. E. (1975). Nutritional knowledge, attitudes, and practices of high school graduates. Journal of the American Dietetic Association, 66(1), 28–31.

Vertino, K. A. (2014). Effective interpersonal communication: A practical guide to improve your life. OJIN: The Online Journal of Issues in Nursing, 19(3), 1–6.

World Health Organisation. (2017). WHO Strategic Communications Framework. World Health Organization, 2017(July), 56. https://www.humanitarianlibrary.org/sites/default/files/2020/11/communication-framework.pdf

Unduhan

Diterbitkan

2022-12-08

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Determinan Efektivitas Program Komunikasi, Informasi, Edukasi Obat dan Makanan Saat Pandemi Covid-19. (2022). Eruditio : Indonesia Journal of Food and Drug Safety, 2(2), 44-55. https://doi.org/10.54384/eruditio.v2i2.139