Isi Artikel Utama

Abstrak

Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang di Indonesia dengan angka prevalensi cukup tinggi. Penanganan stunting harus mendapat perhatian serius, karena akan mempengaruhi kualitas Sumber Daya Manusia di masa depan. Beberapa upaya dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan gizi mikro untuk mengatasi stunting.  Salah satu langkah Pemerintah menurunkan angka stunting adalah dengan penambahan zat gizi pada pangan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat (fortifikasi) seperti minyak goreng sawit. Fortifikasi vitamin A pada minyak goreng merupakan program pemerintah yang bertujuan menurunkan jumlah orang terutama anak yang kekurangan vitamin A. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kelayakan fortifikasi vitamin A minyak goreng sawit yang beredar pada wilayah stunting di Provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Kalimantan Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan pengambilan data dari sipt.pom.go.id dari tahun 2016-2020. Sampel diambil di kabupaten yang menjadi lokasi prevalensi stunting. Penetapan kadar vitamin A menggunakan metode Kromatografi berdasarkan SNI 7709:2019 dengan standar vitamin A pada minyak goreng yang beredar di jalur distribusi adalah 20 IU/g. Status fortifikasi Vitamin A pada minyak goreng sawit yang beredar di Propivinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Kalimantan Selatan masih berada di bawah standar yang sudah ditetapkan dan jika dirata-ratakan selama lima tahun terakhir baru mencapai 36.12%. Oleh karena itu, disarankan bagi pemerintah dapat menerbitkan regulasi khusus yang mengatur penggunaan kemasan minyak goreng yang aman untuk mempertahankan kualitas minyak goreng, serta perlunya edukasi mengenai penyimpanan pangan kepada masyarakat yang berada di jalur distribusi agar kestabilan pangan bisa terjaga sampai ke konsumen dengan baik.

Kata Kunci

stunting fortification vitamin A pengerdilan fortifikasi vitamin A

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Sulistia, Y., Dinalia, D., Sumule, A. W., & Lestari, A. D. (2023). A Status Kelayakan Fortifikasi Vitamin A Minyak Goreng Sawit Tahun 2016 - 2020 di Wilayah Stunting. Eruditio : Indonesia Journal of Food and Drug Safety, 3(1), 38–46. https://doi.org/10.54384/eruditio.v3i1.83

Referensi

  1. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI. (2018). Riset Kesehatan Dasar 2018. Retrieved from: http://repository.litbang.kemkes.go.id/3514/.
  2. Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. (2018). Pedoman Sampling dan Pengujian Obat dan Makanan.
  3. Badan Standardisasi Nasional. (2012). SNI 7709:2012 tentang Minyak Goreng Sawit. Retrieved from: https://www.academia.edu/32307367/SNI_7709_2012_minyak_goreng_sawit.
  4. Hariyadi P. (2011). Teknologi Fortifikasi Vitamin A pada Minyak Sawit. Di dalam: Workshop Fortifikasi Vitamin A pada Minyak Goreng Sawit; Jakarta, 16 Maret 2011. Jakarta: Direktorat Industri Makanan, Hasil Laut dan Perikanan. Kementrian Perindustrian RI.
  5. Kemenperin. (2019). Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2019. Retrieved from: www.peraturan.go.id.
  6. Kanza AA, Umar SC. (2018). Mutu, Gizi, Dan Keamanan Pangan. Retrieved from: https://www.academia.edu/12468426/Buku_Mutu_Gizi_dan_Keamanan_Pangan.
  7. Pusat Pengujian Obat dan Makanan BPOM RI. (2010). Metode Analisis Tahun 2010: Penetapan Kadar Vitamin A dalam Minyak Goreng Secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi 42/PA/10.
  8. Puysuwan L, Chavasit V, Sungpuag P, Hediger D, Punvichai T. (2007). Feasibility and Use of Vitamin A–Fortified Vegetable Oils among Consumers of Different Socioeconomic Status in Thailand. Food and Nutrition Bulletin, 28(2):181-188. doi:10.1177/156482650702800207
  9. Sandjaja, Jus'at, I., Jahari, A. B., Ifrad, Htet, M. K., Tilden, R. L., Soekarjo, D., Utomo, B., Moench-Pfanner, R., Soekirman, & Korenromp, E. L. (2015). Vitamin A-Fortified Cooking Oil Reduces Vitamin A Deficiency In Infants, Young Children And Women: Results From A Programme Evaluation In Indonesia. Public Health Nutrition, 18(14):2511–2522. https://doi.org/10.1017/S136898001400322X.
  10. Siagian A. (2003). Pendekatan Fortifikasi Pangan Untuk Mengatasi Masalah Kekurangan Zat GiziMikro. Retrieved from: https://repository.usu.ac.id/handle/123456789/3762.
  11. Siswanto, Wahyu, Surahma Astri Mulasari. (2015). Pengaruh Frekuensi Penggorengan Terhadap Peningkatan Peroksida Minyak Goreng Curah dan Fortifikasi Vitamin A. Kes Mas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Daulan, 9 (1): 1-10. http://dx.doi.org/10.12928/kesmas.v9i1.1546