Isi Artikel Utama

Abstrak

Produk tisu antiseptik untuk pembersih area sensitif pria (magic tissue) dikategorikan sebagai perbekalan kesehatan kelas I (risiko rendah). Beberapa produk di pasaran dilaporkan mengklaim manfaat sebagai pencegah ejakulasi dini, yang diduga terkait dengan penambahan senyawa lidokain tanpa pencantuman pada etiket kemasan. Lidokain merupakan anestesi lokal golongan amida yang secara farmakologis berfungsi menghambat transmisi sensasi nyeri.


Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan lidokain dalam produk magic tissue yang beredar di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, dengan melakukan validasi metode dan pengujian sampel. Identifikasi lidokain dilakukan menggunakan Kromatografi Gas Spektrofotometri Massa, dengan parameter validasi metode berupa uji spesifisitas, Limit of Detection (LOD), uji stabilitas dan uji ketahanan metode. Selanjutnya, pengujian sampel dilakukan dengan melarutkan 1 lembar magic tissue menggunakan pelarut metanol. Larutan Baku sebagai kontrol positif yang digunakan adalah senyawa lidokain dengan konsentrasi 100 ppm. Hasil uji spesifisitas Larutan Sampel dan Larutan Spiked memiliki ekstrak ion, fragmentasi ion, dan perbandingan rasio intensitas ion yang sama dengan Larutan Baku. Nilai LOD adalah 10 ppm. Hasil uji stabilitas menunjukkan bahwa pada hari kelima, Larutan Sampel dan Larutan Baku memiliki spektrum massa per muatan yang sama dengan pengujian pada hari pertama. Pada uji ketahanan metode, perubahan rentang suhu pengujian menyebabkan perubahan waktu retensi puncak namun spektrum massa per muatan masih sama dengan Larutan Baku. Pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap lima sampel yang berbeda dengan hasil positif mengandung lidokain. Metode uji yang dikembangkan memenuhi parameter validasi dan dapat digunakan untuk identifikasi lidokain dalam produk magic tissue.

Kata Kunci

Selected:Magic tissue Lidocaine Gas Chromatography Mass Spectrophotometry Validation Method Tisu magic Lidokain Kromatografi Gas Spektrofotometri Massa Validasi Metode

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Yulianita, I. (2025). Pengembangan Metode Analisis Identifikasi Lidokain dalam Magic Tissue secara Kromatografi Gas Spektrofotometri Massa. Eruditio : Indonesia Journal of Food and Drug Safety, 5(2), 164–174. https://doi.org/10.54384/eruditio.v5i2.202

Referensi

  1. Huber, L. (2010). Validation of analytical method (Publication No. 5990.5940EN). Agilent Technologies.
  2. Johansson, A. J. (2012). Inga Fischer-Hjalmars (1918–2008): Swedish Pharmacist, Humanist, and Pioneer Quantum Chemist. Journal of Chemical Education, 89(10), 1274–1279. https://doi.org/10.1021/ed300024g
  3. Karnina, R., Arif, S. K., Hatta, M., & Bukhari, A. (2021). Molecular mechanisms of lidocaine. Annals of Medicine and Surgery, 69, 102733. https://doi.org/10.1016/j.amsu.2021.102733
  4. Ministry of Health, Republic of Indonesia. (2020). Indonesian Pharmacopoeia (6th ed.). Ministry of Health.
  5. Ministry of Health, Republic of Indonesia. (2017). Regulation of the Minister of Health Number 62 of 2017 concerning distribution permits for medical devices, in vitro diagnostic devices, and household health supplies.
  6. Ministry of Health, Republic of Indonesia. (2021). Regulation of the Minister of Health Number 3 of 2021 concerning changes in the classification and category of medicines.
  7. The Indonesian Food and Drug Authority. (2010). Guidelines for method validation.
  8. The Indonesian Food and Drug Authority. (2021). Standard operating procedure: Method validation (No. 216-024).
  9. Shah, M. D. A., Shah, S., Nusrat, N. B., Zafar, N., & Rehman, A. U. (2023). Topical Anesthetics and Premature Ejaculation: A Systematic Review and Meta-Analysis. Cureus, 15(8), e42913. https://doi.org/10.7759/cureus.42913
  10. Vardanyan, R., & Hruby, V. (2006). Local anesthetics. In Synthesis of essential drugs (pp. 9–18). Elsevier.