Analisis Kuantitatif Cemaran Logam Merkuri pada Obat Bahan Alam Sediaan Padat yang Beredar di Propinsi Bali

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.54384/2ds2q246

Kata Kunci:

AAS, Cemaran, Merkuri, Obat bahan alam, penilaian risiko, perkiraan asupan harian, target rasio bahaya, risiko kanker

Abstrak

Masyarakat secara luas memanfaatkan Obat Bahan Alam (OBA) sebagai instrumen pengobatan komplementer maupun alternatif di samping metode medis konvensional. Tingginya minat terhadap OBA, baik di level domestik maupun global, didorong oleh persepsi bahwa produk alami lebih mudah diakses dan minim efek samping dibandingkan obat sintetik. Namun, lonjakan konsumsi ini membawa perhatian serius pada aspek standarisasi mutu, khususnya risiko kontaminasi logam berat seperti Arsen (As), Kadmium (Cd), Timbal (Pb), dan Merkuri (Hg). Unsur berbahaya ini dapat masuk ke dalam produk melalui mekanisme serapan tanah oleh tanaman, polusi selama manufaktur, hingga penambahan unsur metaloid tertentu. Penelitian ini memfokuskan analisis pada keberadaan cemaran Merkuri (Hg) pada sediaan OBA padat di Provinsi Bali. Melalui pengumpulan sampel dari berbagai penyedia jamu dan toko obat tradisional di seluruh kabupaten di Bali, pengujian dilakukan menggunakan teknik digesti gelombang mikro yang dikombinasikan dengan instrumen Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Hasil menunjukkan bahwa dari 214 sampel, terdapat 108 produk yang terdeteksi mengandung Merkuri. Kendati demikian, konsentrasi logam tersebut masih di bawah batas aman yang diizinkan dengan rentang hasil 0.02 - 0.16 ppm. Berdasarkan evaluasi risiko melalui indikator Estimated Daily Intake (EDI) dengan rentang hasil 2.86 x 10-6 - 2.29 x 10-5, Target Hazard Quotient (THQ) sebesar 0.01 – 0.08, dan Cancer Risk (CR), dengan nilai 2.43 x 10-11 - 1.94 x 10-10 dapat disimpulkan bahwa OBA sediaan padat yang tersampling di Provinsi Bali tahun 2025 aman untuk dikonsumsi.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Ababneh, Fuad A. and Abu-Sbeih, Khaleel A. 2025. "Analysis and health risk assessment of toxic elements in traditional herbal tea infusions" Open Chemistry, vol. 23, no. 1, pp. 20250134. https://doi.org/10.1515/chem-2025-0134.

Al-keriawy, A. H. A., et. al. 2023. Environmental Risk Assessment of Heavy Metals in Selected Medicinal Herbs and Spices. Journal of Ecological Engineering. https://doi.org/10.12911/22998993/162985.

BPOM. 2023. Peraturan Badan POM No. 29 tahun 2023 Tentang Persyaratan Keamanan dan Mutu Obat Bahan Alam. Badan POM RI, Jakarta.

Ebrahimzadeh, G., et. al. 2024. Human health risk assessment of potentially toxic and essential elements in medicinal plants consumed in Zabol, Iran, using the Monte Carlo simulation method. Sci Rep 14, 23756. https://doi.org/10.1038/s41598-024-75159-w.

Farida, M., et. al. 2024. Analisis Logam Berat pada Jamu Pegal Linu yang Beredar di Kota Banda Aceh. Journal of Pharmaceutical and Sciences. DOI: https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.

Gultom, Yosi E. E., et. al. 2025. Peningkatan Kualitas Produksi Melalui Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) pada Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) UKM X. Prosiding SAINTEK LPPM Universitas Mataram. E-ISSN: 2774-8057.

Kurniawati, Dwi., Budi, Darmawan Setia. 2023. Pemeriksaan Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada Produk Perikanan di Balai Karantina, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Denpasar, Bali. JMCS (Journal of Marine and Coastal Science) p-ISSN: 2301-6159; e-ISSN: 2528-0678 DOI: 10.20473/jmcs.v12i3.37376.

Luo, Lu., et. al. 2021. Heavy Metal Contaminations Herbal Medicines: Determination, Comprehensive Risk Assessments and Solutions. Frontiers in Pharmacology. DOI: 10.3389/fphar.2020.595335.

Muhammad, Ma’aruf Abdulmumin, et. al. 2024. Carcinogenic and Noncarcinogenic Health Risk Assessment of Heavy Metals on Some Selected Traditional Herbal Drugs. Research Journal of Food Science and Quality Control (RJFSQC), 09 (32024), pp.66-79.

Mutia Farida, Nurul Safrina, Rina Kurniaty, Saiful Azhari, Mahmudi Mahmudi. Muhammad Yusuf, Analisis Logam Berat pada Jamu Pegal Linu yang Beredar di Kota Banda Aceh. Journal of Pharmaceutical and Sciences. DOI: https://doi.org/10.36490/journal-jps.com

Naik, Suresh R., Gamare, Difesh. 2022. Toxicity of Mercury and Its Compounds: Impacts on Human and Animal Health, Ecosystems, Mechanisms, and Bioremediation Strategies – A Systematic Review. Journal of Biomedical Research & Environmental Sciences. DOI: 10.37871/jbres2116.

Paudel, Santosh, et. al. 2021. Atomic Absorption Spectroscopy: A Short Review. EPRA International Journal of Research and Development (IJRD). Journal DOI : 10.36713/epra2016.

Palgunadi, N. P. G. S., Purnama, I Gede H. 2022. Bioakumulasi Dan Analisis Risiko Kesehatan Masyarakat Dari Pencemaran Logam Berat Pb Dan Cd Pada Ikan Yang Ditangkap Di Tukad Badung Denpasar. Arc. Com. Health. p-ISSN 2302-139X e-ISSN 2527-3620.

Phiri, Ontlametse H. E., et. al. 2025. Comprehensive chemical profiling and human health risk assessment of potentially toxic heavy metals in some traditional herbal concoctions from Botswana. Frontiers in Pharmacology. DOI: 10.3389/fphar.2025.1652817.

Peng, F., et. al. 2022. Investigation of Bioaccumulation and Human Health Risk Assessment of Heavy Metals in Crayfish (Procambarus clarkii) Farming with a Rice-Crayfish-Based Coculture Breeding Modes. MDPI. https://doi.org/10.3390/foods11030261.

Suwarni, Sri, et. al. 2022. Penerapan CPOTB pada Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) dan Usaha Menengah Obat Tradisional (UMOT) di Jawa Tengah. Formosa Journal of Science and Technology (FJST). Vol. 1, No. 4, 2022: 393-410.

To, Nhat D, et. al. 2025. Optimization of a Procedure for the Determination of Some Heavy Metals in Herbal Medicines by Atomic Absorption Spectroscopy. SAGE. DOI: 10.1177/1934578X251349924.

WHO. 2024. Mercury: Key Facts, Chemical Safety and Health. World Health Organization.

Diterbitkan

2026-08-07

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Analisis Kuantitatif Cemaran Logam Merkuri pada Obat Bahan Alam Sediaan Padat yang Beredar di Propinsi Bali. (2026). Eruditio : Indonesia Journal of Food and Drug Safety, 6(1), 43-52. https://doi.org/10.54384/2ds2q246